Arsip untuk April, 2009

28
Apr
09

Food Tester: Pasta de Waraku (Updated)

Pasta de Waraku: Japanese Healthy Pasta @ PIM 2

Itadakimasu!

photo4 

Kalo bosen makanan Jepang sekitar sushi, sashimi, bento, ato tempura…Pasta de Waraku bisa jadi pilihan brur!

Emang gak terlalu Jepang banget karena udah fusion juga ama masakan Italia dan Internasional lainnya.

Dateng ke sini, tanpa ada waiting list (mungkin karena emang datengnya kecepetan plus termasuk baru di restaurant row-nya), langsung masuk dengan saut-sautan Irasshaimase!!! seperti layaknya restoran Jepang masa kini kebanyakan.

Atmosfernya sangat oke dengan interior yang menarik, apalagi dummy food display-nya berjejer rapi, yang gw rasa hampir semua makanan dalam menu diusahakan ada dummy food-nya.

Begitu dapet menu, wow, banyak brur! Menunya berkisar dari salad, segala macam pasta, pizza, toast, steak, curry rice dan lain-lain, yang diusahakan supaya ada pengaruh Jepangnya, misalnya kayak Eel Pizza (Unagi Pizza) atau juga Salmon Toast.

Karena judul restorannya saja mengandung unsur pasta, pastinya kami cenderung mencoba  menu pasta…Dan pilihan pun ditentukan!

 photo

Carbonara Oyster and Beef Bacon Pasta

Untuk yang ini, jempol! harusnya sih di atas pastanya ada tambahan egg yolk-nya, tapi mengingat nih pasta udah berasa garlic plus creamy, gw memilih buat gak nambahin telor di atasnya. Campurin tuh Chilli powder biar tambah mantap.

photo2

Chicken and Mushroom Pasta

Yang ini jenisnya Pasta-soup, jadi pastanya berkuah. Di sini kuah Pasta-soup-nya kayaknya ada 4 jenis, creamy, clear, tomato, sama creamy-tomato. Kalo yang ini udah keliatan lah yak, termasuk yang creamy. Gw cuma bisa mencicipi sedikit menu yang ini, ya iyalah makanan orang gitu, heheh…Rasanya oke kok, tapi mungkin untuk beberapa orang karena kuah creamy-nya cukup melimpah, jadi sedikit ada rasa bosan makannya ato kerasa terlalu creamy. Mungkin bisa diantisipasi dicampur pake chilli powder ato black pepper yang emang udah ada di meja, biar gak ngebosenin.

photo3

Spicy Mentai (Cod Roes) and Mushroom Pasta

Nah kalo yang ini termasuk yang clear Pasta-soup. Mungkin kalo mau yang berkuah, lebih oke pilih yang jenis ini yak, lebih seger. Kuahnya kira-kira mirip kayak kuah udon atau agedashi tofu, tapi yang ini dengan pasta. Yang bikin spesial di sini tuh telor ikannya, mantap! tapi lagi-lagi karena makanan orang, jadi gw hanya bisa ngerasain dikit aja.

 photo6

Yea! I got the voucher too!

Pelayanannya cukup oke, terbukti dengan mbak-mbaknya rajin banget nge-refill hot ocha gw ampe kira-kira 8 kali-an bolak balik, heheh…Waktu nunggu buat makanan dateng juga gak terlalu lama…Soal porsi, err, sebenernya bisa dibuat lebih besar lagi yak…Buat harganya, kisaran Rp 28.000 – 68.000- an (blom pake tax), insya Allah udah kenyang…Tapi lebih baik dateng ama bonyok aje yak biar kondisi dompet aman plus bisa nyobain menu lain yang banyak banget itu. Overall oke kok! mari dicoba… (selain di PIM 2, bisa juga dicoba di Grand Indonesia).

(Updated)

Beberapa menu lagi yang patut dicoba

photo10

Avocado and Salmon Salad

photo9

Salmon and Mushroom Pizza

photo8

Potato and Beef Bacon Pasta Soup 

photo7

Cod Roes and Scallop Gratin (HIGHLY RECOMMENDED!!)

Gochisosamadeshita!

photo5

27
Apr
09

Colorsplashed: Sing-a-pore

file0142

It was happened on January…

when Chinese New Year arrived…

Eventhough it was a short one, but still fun…

Food? Check!

file0153

Shopping? come on it’s Singapore, just do it at least a bit…

Missed to capture the moments? hey, I’m so sure you don’t wish for that one…

From day…

file0154

 file0155

 file0157

 and night…

 file0156

Then took a hop for Sentosa Island!

file0152

- Svetlana comes in -

file0172

#33 You Don’t Know That Nerves got Us!

- Svetlana goes away -

Sliding up and down…

Until…

Last frame!

 file0188

18
Apr
09

Such a Low Down…

Oh, wow.

now I can see the fact, life’s hard isn’t it? sometimes it can’t be done as you had planned before, or you hope it should be done like this or like that.

now it’s like really happened on me, I can’t hide my feeling no more…I’m not satisfied so much, i’m dissapointed for what I had done, even for thing that I thought it was a best shot, and the fact it’s not.

for the worst is it happened continually.

I miss my moments back there.

Oh my, is it really that I’m soooo much great…NOT? So, what’s more I can offer from me? don’t have anything to offer except that thing, I can say, and now the thing is started to dissappear, I’m zero.

I hate ignorance.

I’m shy for other great stuffs around me, I’m part of them, but I’m affraid I can’t prove I’m part of them, part of their greatness…Oh it’s like a big slap.

but don’t you know that Allah SWT won’t give you any tests that you cant overcome? Allah SWT gives you several tests with their answers already, all you have to do is just find the answers…find the meaning why it happened to you, and why it must happened to you…everything is happened for a reason!

So I can say now it’s just the low down, hit to the bottom, deep deep down there…find the answers, and you can climb to the top.. I do wish for it.

03
Apr
09

In Order to Kill the Time: Curi Dengar

Kejadian ini bersetting di sebuah toko buku terkemuka di Indonesia berinisial G, di mana penulis sedang berada di dekat sepasang muda mudi yang sedang berbulan madu (lah kok bulan madu di sini), lagi kongkow aja lah gampangnya…

Mas-mas        : (membaca majalah)

Mbak-mbak : (melihat mas-mas lagi baca majalah) “Lagi baca apa?covernya depannya siapa?”

Mas-mas        : (membalik majalah ke halaman cover) “Nih, itu lho vokalisnya Pussycat Dolls”

Mbak-mbak : “Oh, dia…cantik ya!”

Mas-mas        : “He-eh…Nicole Schwarzenegger kan?”

Mbak-mbak : “Heh? Nicole Scherzinger KALEEE…”

Mas-mas        : “Eh, iya yak… (menunduk malu, merasa terintimidasi oleh si mbak-mbak)”

*langsung membayangkan si Nicole berotot hasil suntikan Steroid…kekekek…

02
Apr
09

Outsourced: Seandainya saya orang Singapura

Sebenernya pengen nge-post artikel ini beberapa bulan lalu, pas gw pulang dari Medan pas liburan semester kemaren, tapi karena FKG yang begitu menyita perhatian dan gw mesti belajar keras (fitnah), jadi gak sempet…

Ini artikel ada di majalah Inside Sumatera edisi Desember 2008, yang gw rampok pinjem dari hotel soalnya artikel oke, eh ternyata ada webnya juga…kekekek…emang dah kalo niat berbuat dosa jatohnya sia sia…jaa yonde kudasai…

Seandainya Saya Orang Singapura
by. Hendra Arbie

 

- Svetlana comes in -

file0170

#32 Singapore, Yes It Is

- Svetlana goes away -

Ini adalah kisah nyata dari seorang kawan sealumni saya. Kami belakangan ini berinteraksi lewat komunitas milis dan ternyata sebagian dari mereka yang dulu saya kenal sebagai mahasiswa biasa-biasa saja, telah berubah menjadi orang-orang penting di bidangnya masing-masing. Bagi saya, informasi dari berbagai bidang yang mereka postingkan sangat menarik. Termasuk postingan yang berikut ini.

(Saya tidak usah menyebutkan namanya, karena dia belum tentu memberi izin untuk publikasi identitasnya).

Suatu pagi di Bandar Lampung, kisahnya, ia menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah senior, kisaran 60 tahun, tapi masih segar dan punya pikiran yang jernih. Sebut sajalah namanya Si Bapak.

Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura. Logat bicaranya campuran Melayu Singapura dan English atau yang sering diplesetkan sebagai “Singlish” (Inggeris Singapura). Sebagaimana kebiasaan orang tua di hadapan anak muda, Si Bapak sangat senang bercerita panjang lebar tentang pengalaman-pengalaman hidupnya. Ia berbaik hati membagi ilmu dan pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan.

Sampai pada akhirnya, dia mulai berbicara tentang hal-hal yang mulai membosankan.
“Your country is so rich!” “

Ia menatap panorama sepanjang jalan. Ah, biasa sekali kan mendengar kata-kata pujian seperti itu? Tapi tunggu dulu, ia belum selesai.

“”Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia. Everything can be found here in Indonesia, you don’t need the world”", katanya berulang-ulang.

Mereka, orang-orang muda yang menjemputnya, tidak memberi respon yang antusias. Betapa tidak, kekayaan yang dia maksud itu tidak terbukti di sekelilingnya. Orang Indonesia jauh lebih miskin dari Singapura. Perekonomian dan mata uangnya sangat tergantung pada negara asing. Produk-produk andalannya diintervensi pasar global terlalu mudah. Pinjamannya terlalu besar dibanding anggaran nasionalnya.

Tapi Si Bapak tidak berhenti. Ia sepertinya menyadari pertanyaan besar di benak anak-anak muda yang kebingungan dan mulai bosan itu.

“Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan dan Sumatera, dunia pasti kiamat. Nah, sekarang dunia yang butuh Indonesia kan? “Singapore is nothing, we can’t be rich without Indonesia,” ” katanya lagi.

Anak-anak muda yang hanya tahu bekerja keras itu mulai garuk-garuk kepala, padahal tidak gatal. Mereka menunggu lanjutannya.

“Lihatlah, 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami? Apartemen-apartemen dan kondominium terbaru kami, yang membeli pun orang-orang Indonesia. Nggak peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat”.

Angka-angka itu “sih, ” mereka sudah tahu. Anak-anak muda itu masih menunggu hal yang lebih dahsyat lagi dari mulut Si Bapak.

“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya benar-benar panik. Sangat berasa, “we are nothing”. “
“Hmm…”dia sudah mulai buka hal-hal yang lebih dalam.

“Kalian tak tahu kan kalau Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk Singapura dan Malaysia. Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana. Lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat “glitter “kalau ada matahari bersinar. Petani di sana menjual Rp 3.000/kg ke sebuah pabrik di China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”.

Mereka tersipu malu, saling menatap satu sama lain, dan terus menyimak.

“Kalian sadar tidak, kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak diembargo. Harusnya kalianlah yang meng-embargo diri kalian sendiri. Belilah dari petani-petani kalian sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik kalian sendiri. Tak perlu kalian impor kalau bisa produksi sendiri. “You don’t need the world”. “

Mereka merasa dicampakkan ke bumi, lalu digodam oleh palu besar. Anak-anak muda yang bersemangat itu malu setengah mati. Mengapa harus seorang tua dari Singapura yang menyadari rahasia penting ini? Mengapa bukan orang-orang berkuasa dan penting di negeri ini? Dalam luapan emosi yang mulai meninggi, mereka masih mendengar Si Bapak sayup-sayup terus berbicara.

“Jika kalian bisa mandiri, bisa meng-embargo diri sendiri, Indonesia “will rules the world”!”

Saya berterimakasih pada teman yang memposting cerita ini. Kisah yang menyakitkan sekaligus menggugah. Seandainya kita semua melihat dan berpikir seperti orang Singapura. Okelah, negeri ini tidak perlu” rules the world, ” karena itu bukan sifat dasar kita. Tapi paling tidak, kita bisa menjadi negara yang sedikit dihormati, punya martabat dan kekuatan sadar untuk menjadi besar. Bukan eksportir TKI murah paling tragis di dunia hanya karena tak mampu menyuapkan nasi yang cukup ke mulut rakyatnya. Bukan negeri bahari yang justru kesulitan protein untuk anak-anaknya sendiri.

Menarik bukan?

01
Apr
09

(New Toy) Colorsplashed!: Jelajah Kota Toea – Cap Go Meh in Chinatown

file0176-1

Yeah, perhaps it was Cap Go Meh, and we were all in red…

“Jelajah Kota Toea” brought us to an exciting tour…

From Museum…

file0186

file0182

Passed through little street…

file0180

file0179

But it came with so much exciting stuffs to be captured in frame..

file0187

And we finally arrived to the “Klenteng”…

file0183

Click!! Click!! and Click!!

file0181

- Svetlana comes in -

file0174

#31 Red

- Svetlana goes away -

file0177

But still gave some respects to those of them who prayed there…hehe…

file0178

After some walks, a little rest would be okay, right?

file0184

Before..

It had to END…

file0185