24
Jun
09

Officially 21

24juni

Haha, my 20 is officially ended by today, mine is 21 now.

Birthday for me is absolutely about improvement and all things I hope for my new age is just to concern on it.

If some of my resolutions in the beginning of this year are done, I’m already satisfied. I mean I try to be realistic.

When I review all things that I had done on my 20, I often meet dissapointment.

It happened because I try too hard, and wondered too much If I could get some fair rewards because I felt I did all things at my best.

But it often didn’t happen. It’s kind of a big slap.

Since then, okay, it’s time for me to be realistic. But still, do the best.

Especially, I’m on my way to finish my “half” study period, before I do for another half to be the dentist.

It’s now on my nerves, but I must do something about it. Hope it will be well done!

” To tell people how hard we’ve worked and believe we’ll be rewarded for it, that’s just an ideal. Reality doesn’t work that way, but once in a while we get our reward. That’s why we can give our best”

Anyway, HUGE thanks to those of them who give me congrats and good blessings. I appreciate it much!

It means at least I’m not ignored, am I?

Signing out!

17
Jun
09

In Order to Kill the Time: Triple Shots

Lupakan dulu deh soal skripsi a.k.a karil yang kontroversial itu, kita iseng-iseng ketawa dulu dah…

Plurk

Akhir-akhir ini di kampus gw lagi nge-hype si Plurk, situs yang isinya komen-komenan status gitu deh. Terus lagi diperbincangkan lah si Plurk ini pas gw dkk. lagi makan di kantin.

M: “P, lo punya account Plurk?”

P: “Punya, lo punya M?”

M: “Punya, tapi baru-baru ini aja bikin, lo udah lama bikinnya?”

P: “Oh kalo gw sih udah lama bikinnya….yah kira-kira udah seminggu lah…”

tararatara lama banget tuh brur, yah kira-kira udah 604.800 detik yang lalu lah..kakakak…piss.. :P

Mbak-mbak Kostan

Kakak gw kebetulan kuliah di Bandung, jadi tinggal lah dia di sebuah kostan. Malangnya, dia pernah kehilangan HP di kostannya itu, dan sangat mungkin untuk mencurigai orang dalam, tak terkecuali salah satu mbak-mbak asisten rumah tangga kostannya. Tapi ya sudah bisa ditebak si doski ngeles sana sini. Daripada berargumentasi tidak berujung, kakak gw pun merelakan HP-nya. Tapi kakak gw gak pindah kostan karena udah terlanjur pewe ama kostannya itu.

Kemudian pada suatu hari, kakak gw mencari suatu barang di kamar kostannya yang habis diberesin sama si mbak. Tapi si barang ternyata gak ada di tempat semula, dicari di tempat lain pun gak ketemu. Jadi, kakak gw berinisiatif deh nanya sama si mbak:

Kakak Gw: “Mbak, tau barang yang saya taro tadi di situ di mana gak?”

Si Mbak: “Wah Mas, kalo yang itu sih gak saya ambil…”

Lah Mbak, jadi ada yang diambil dong ngomong-ngomong, ketauan deh…heheh..

CD Game Bajakan

Beberapa minggu lalu, baru saja dari Bandung. Kebetulan sempat berjalan-jalan di salah satu pusat elektronik kondang di Bandung dan mampir di salah satu gerai penjualan CD game bajakan, kemudian ada objek yang menarik perhatian:

wiii

wiiiiiiiiiii

 Mohon maaf, tolong dilihat tulisannya…heheh…

Oke deh sekian! semoga menghibur Anda!

NB: buat 2006, semangat yak menjalani kenyataan karil yang ada…mungkin ada yang tidak sesuai tim awal, atau tidak sesuai minat, tapi Insya Allah ada hikmahnya…*sok bijak…kita buktikan rame-rame kalo kita SANGAT BISA menyelesaikan karil kita dengan sukses top markotop, walaupun dengan kondisi sistem baru yang kurang kondusif dan kurang sosialisasi…moga-moga ada evaluasi biar gak ada lagi kejadian kayak 2006 sekarang, dan moga-moga keputusan fakultas yang udah final ini yang terbaik buat kita…Amin.

13
Mei
09

Say Hello to J-Dorama

Waktu luang bingung mau ngapain? bisa dicoba salah satunya dengan mencoba tontonan drama Jepang, yang sekarang dengan mudahnya bisa kita lihat di beberapa situs penyedia online drama. Sebenernya gw juga baru-baru ini aja nyoba nonton drama Jepang, demi meningkatkan skill bahasa Jepang gw (khususnya masalah listening, berharap jadi jago), tapi nyatanya tetep abal juga, karena udah ada subtitel bahasa Inggrisnya, jadi gak merhatiin lagi percakapan bahasa Jepangnya…heheh..

Gw tergelitik buat post ini karena drama Jepang gw pikir menyediakan tontonan berkualitas (tentu harus selektif juga sih) dengan berbagai varian tema yang tidak biasa. Dan satu nilai tambah lagi adalah, keseluruhan cerita hanya dikemas dalam maksimal belasan episode, jadi emang bener-bener padat, tidak bertele-tele, memiliki esensi di setiap episodenya, dan menghilangkan kesan dipanjang-panjangkan demi menaikkan rating, seperti layaknya sinetron Indonesia yang bisa mencapai ratusan episode bahkan sampai pemerannya awalnya beranak pinak atau malah diganti sama pemain lain…hehe, no offense…walaupun dulu ada juga serial yang menarik buat ditonton seperti serial Arisan atau juga Jomblo…mungkin gw belom nyoba buat nonton secara intensif kali yak, jadi belom tau cara menikmati sinetron Indonesia…

Bingung memulai dengan drama apa? Gw akan mencoba me-review salah satu drama dari beberapa yang layak tonton:

Zeni Geba

n43725091563_1330014_1597

What’s more important than money? It’s someone’s heart

Drama ini berpusat pada Gamagori Futarou, seorang anak yang tidak pernah merasakan hidup berkecukupan sejak kecil, dengan ibu yang sakit-sakitan, dan bapak yang lepas tanggung jawab akan keluarganya sejak di-PHK. Too cliche? tunggu dulu… cerita pun berkembang di mana ibu Futarou meninggal akibat penyakitnya sampai akhirnya Futarou memiliki konsep hidup bahwa dia akan melakukan apapun untuk “mengalahkan” uang, memiliki pemikiran bahwa semua orang gila uang dan dia bisa mengontrol orang lain dengan uang. Konflik pun semakin memanas (caelah) dengan masuknya Futarou ke dalam keluarga Mikuni yang kaya, yang memang sudah direncanakan sebelumnya.

 n656502110_1896277_9408

Yang menarik di sini adalah bagaimana cara Futarou untuk mencapai tujuannya. Bagaimana dia mengatur strategi pembunuhan, memperlihatkan perilaku dengan memikirkan efek psikologis orang sekitar, serta hal-hal lain yang dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan terhadap dirinya yang notabene orang miskin. Matsuyama Kenichi di sini menurut gw sangat sukses memerankan Futarou di mana dia bisa berakting terkesan polos sampai psych, walaupun kadang-kadang agak sulit untuk melepaskan image L (Death Note) dalam beberapa scene. Tapi yang gak kalah menarik adalah akting Shiina Kippei sebagai Gamagori Kenzo, ayah Futarou, yang sedikit banyak akan mempengaruhi rencana-rencana Futarou selanjutnya.

Walaupun cuma 9 episode yang masing-masingnya berdurasi kurang lebih 45 menit, semua cerita sudah terkemas dengan baik, tanpa membuat kita bingung dengan jalan ceritanya. Beberapa flashback ke masa kecil Futarou memperkuat kesan trauma Futarou, dan semakin mendukung Futarou untuk membenarkan konsep hidupnya. Setiap kejadian yang terjadi di sini memiliki maksud, bahkan sampai scene yang gw kira terlalu klise di awal (dengan kemunculan karakter yang sebenernya udah meninggal layaknya sinetron), ternyata ada esensinya juga. Satu nilai tambah lagi, final episode dari Zeni Geba ini memang pantas untuk menutup keseluruhan drama, puas!

macarons

Macarons, oh well it really is quite expensive cookie (related to Zeni Geba)

Beberapa drama lainnya yang bisa juga jadi pilihan pengisi waktu luang:

400px-SFMP

Tentai Kansoku (check out the soundtrack by Bump of Chicken, it’s a great music)

300px-Gokusen_wp01

Gokusen Series

400px-Firstkiss-banner_editFirst Kiss

400px-Hachimutsu_to_Clover

Hachimitsu to KUROOBA (Honey and Clover)

newswoman

News no Onna (Anchor Woman, oh it’s so old school….check the ending song by Judy and Mary)

Haken_no_Hinkaku_dvdcover_

Haken no Hinkaku

420px-Hatarakiman-bannerHataraki Man

250px-Attention_Please

Attention Please!

Jaa…Isshouni mimasenka?

Sayonara…tada…tada…tada…

28
Apr
09

Food Tester: Pasta de Waraku (Updated)

Pasta de Waraku: Japanese Healthy Pasta @ PIM 2

Itadakimasu!

photo4 

Kalo bosen makanan Jepang sekitar sushi, sashimi, bento, ato tempura…Pasta de Waraku bisa jadi pilihan brur!

Emang gak terlalu Jepang banget karena udah fusion juga ama masakan Italia dan Internasional lainnya.

Dateng ke sini, tanpa ada waiting list (mungkin karena emang datengnya kecepetan plus termasuk baru di restaurant row-nya), langsung masuk dengan saut-sautan Irasshaimase!!! seperti layaknya restoran Jepang masa kini kebanyakan.

Atmosfernya sangat oke dengan interior yang menarik, apalagi dummy food display-nya berjejer rapi, yang gw rasa hampir semua makanan dalam menu diusahakan ada dummy food-nya.

Begitu dapet menu, wow, banyak brur! Menunya berkisar dari salad, segala macam pasta, pizza, toast, steak, curry rice dan lain-lain, yang diusahakan supaya ada pengaruh Jepangnya, misalnya kayak Eel Pizza (Unagi Pizza) atau juga Salmon Toast.

Karena judul restorannya saja mengandung unsur pasta, pastinya kami cenderung mencoba  menu pasta…Dan pilihan pun ditentukan!

 photo

Carbonara Oyster and Beef Bacon Pasta

Untuk yang ini, jempol! harusnya sih di atas pastanya ada tambahan egg yolk-nya, tapi mengingat nih pasta udah berasa garlic plus creamy, gw memilih buat gak nambahin telor di atasnya. Campurin tuh Chilli powder biar tambah mantap.

photo2

Chicken and Mushroom Pasta

Yang ini jenisnya Pasta-soup, jadi pastanya berkuah. Di sini kuah Pasta-soup-nya kayaknya ada 4 jenis, creamy, clear, tomato, sama creamy-tomato. Kalo yang ini udah keliatan lah yak, termasuk yang creamy. Gw cuma bisa mencicipi sedikit menu yang ini, ya iyalah makanan orang gitu, heheh…Rasanya oke kok, tapi mungkin untuk beberapa orang karena kuah creamy-nya cukup melimpah, jadi sedikit ada rasa bosan makannya ato kerasa terlalu creamy. Mungkin bisa diantisipasi dicampur pake chilli powder ato black pepper yang emang udah ada di meja, biar gak ngebosenin.

photo3

Spicy Mentai (Cod Roes) and Mushroom Pasta

Nah kalo yang ini termasuk yang clear Pasta-soup. Mungkin kalo mau yang berkuah, lebih oke pilih yang jenis ini yak, lebih seger. Kuahnya kira-kira mirip kayak kuah udon atau agedashi tofu, tapi yang ini dengan pasta. Yang bikin spesial di sini tuh telor ikannya, mantap! tapi lagi-lagi karena makanan orang, jadi gw hanya bisa ngerasain dikit aja.

 photo6

Yea! I got the voucher too!

Pelayanannya cukup oke, terbukti dengan mbak-mbaknya rajin banget nge-refill hot ocha gw ampe kira-kira 8 kali-an bolak balik, heheh…Waktu nunggu buat makanan dateng juga gak terlalu lama…Soal porsi, err, sebenernya bisa dibuat lebih besar lagi yak…Buat harganya, kisaran Rp 28.000 – 68.000- an (blom pake tax), insya Allah udah kenyang…Tapi lebih baik dateng ama bonyok aje yak biar kondisi dompet aman plus bisa nyobain menu lain yang banyak banget itu. Overall oke kok! mari dicoba… (selain di PIM 2, bisa juga dicoba di Grand Indonesia).

(Updated)

Beberapa menu lagi yang patut dicoba

photo10

Avocado and Salmon Salad

photo9

Salmon and Mushroom Pizza

photo8

Potato and Beef Bacon Pasta Soup 

photo7

Cod Roes and Scallop Gratin (HIGHLY RECOMMENDED!!)

Gochisosamadeshita!

photo5

27
Apr
09

Colorsplashed: Sing-a-pore

file0142

It was happened on January…

when Chinese New Year arrived…

Eventhough it was a short one, but still fun…

Food? Check!

file0153

Shopping? come on it’s Singapore, just do it at least a bit…

Missed to capture the moments? hey, I’m so sure you don’t wish for that one…

From day…

file0154

 file0155

 file0157

 and night…

 file0156

Then took a hop for Sentosa Island!

file0152

- Svetlana comes in -

file0172

#33 You Don’t Know That Nerves got Us!

- Svetlana goes away -

Sliding up and down…

Until…

Last frame!

 file0188

18
Apr
09

Such a Low Down…

Oh, wow.

now I can see the fact, life’s hard isn’t it? sometimes it can’t be done as you had planned before, or you hope it should be done like this or like that.

now it’s like really happened on me, I can’t hide my feeling no more…I’m not satisfied so much, i’m dissapointed for what I had done, even for thing that I thought it was a best shot, and the fact it’s not.

for the worst is it happened continually.

I miss my moments back there.

Oh my, is it really that I’m soooo much great…NOT? So, what’s more I can offer from me? don’t have anything to offer except that thing, I can say, and now the thing is started to dissappear, I’m zero.

I hate ignorance.

I’m shy for other great stuffs around me, I’m part of them, but I’m affraid I can’t prove I’m part of them, part of their greatness…Oh it’s like a big slap.

but don’t you know that Allah SWT won’t give you any tests that you cant overcome? Allah SWT gives you several tests with their answers already, all you have to do is just find the answers…find the meaning why it happened to you, and why it must happened to you…everything is happened for a reason!

So I can say now it’s just the low down, hit to the bottom, deep deep down there…find the answers, and you can climb to the top.. I do wish for it.

03
Apr
09

In Order to Kill the Time: Curi Dengar

Kejadian ini bersetting di sebuah toko buku terkemuka di Indonesia berinisial G, di mana penulis sedang berada di dekat sepasang muda mudi yang sedang berbulan madu (lah kok bulan madu di sini), lagi kongkow aja lah gampangnya…

Mas-mas        : (membaca majalah)

Mbak-mbak : (melihat mas-mas lagi baca majalah) “Lagi baca apa?covernya depannya siapa?”

Mas-mas        : (membalik majalah ke halaman cover) “Nih, itu lho vokalisnya Pussycat Dolls”

Mbak-mbak : “Oh, dia…cantik ya!”

Mas-mas        : “He-eh…Nicole Schwarzenegger kan?”

Mbak-mbak : “Heh? Nicole Scherzinger KALEEE…”

Mas-mas        : “Eh, iya yak… (menunduk malu, merasa terintimidasi oleh si mbak-mbak)”

*langsung membayangkan si Nicole berotot hasil suntikan Steroid…kekekek…

02
Apr
09

Outsourced: Seandainya saya orang Singapura

Sebenernya pengen nge-post artikel ini beberapa bulan lalu, pas gw pulang dari Medan pas liburan semester kemaren, tapi karena FKG yang begitu menyita perhatian dan gw mesti belajar keras (fitnah), jadi gak sempet…

Ini artikel ada di majalah Inside Sumatera edisi Desember 2008, yang gw rampok pinjem dari hotel soalnya artikel oke, eh ternyata ada webnya juga…kekekek…emang dah kalo niat berbuat dosa jatohnya sia sia…jaa yonde kudasai…

Seandainya Saya Orang Singapura
by. Hendra Arbie

 

- Svetlana comes in -

file0170

#32 Singapore, Yes It Is

- Svetlana goes away -

Ini adalah kisah nyata dari seorang kawan sealumni saya. Kami belakangan ini berinteraksi lewat komunitas milis dan ternyata sebagian dari mereka yang dulu saya kenal sebagai mahasiswa biasa-biasa saja, telah berubah menjadi orang-orang penting di bidangnya masing-masing. Bagi saya, informasi dari berbagai bidang yang mereka postingkan sangat menarik. Termasuk postingan yang berikut ini.

(Saya tidak usah menyebutkan namanya, karena dia belum tentu memberi izin untuk publikasi identitasnya).

Suatu pagi di Bandar Lampung, kisahnya, ia menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah senior, kisaran 60 tahun, tapi masih segar dan punya pikiran yang jernih. Sebut sajalah namanya Si Bapak.

Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura. Logat bicaranya campuran Melayu Singapura dan English atau yang sering diplesetkan sebagai “Singlish” (Inggeris Singapura). Sebagaimana kebiasaan orang tua di hadapan anak muda, Si Bapak sangat senang bercerita panjang lebar tentang pengalaman-pengalaman hidupnya. Ia berbaik hati membagi ilmu dan pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan.

Sampai pada akhirnya, dia mulai berbicara tentang hal-hal yang mulai membosankan.
“Your country is so rich!” “

Ia menatap panorama sepanjang jalan. Ah, biasa sekali kan mendengar kata-kata pujian seperti itu? Tapi tunggu dulu, ia belum selesai.

“”Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia. Everything can be found here in Indonesia, you don’t need the world”", katanya berulang-ulang.

Mereka, orang-orang muda yang menjemputnya, tidak memberi respon yang antusias. Betapa tidak, kekayaan yang dia maksud itu tidak terbukti di sekelilingnya. Orang Indonesia jauh lebih miskin dari Singapura. Perekonomian dan mata uangnya sangat tergantung pada negara asing. Produk-produk andalannya diintervensi pasar global terlalu mudah. Pinjamannya terlalu besar dibanding anggaran nasionalnya.

Tapi Si Bapak tidak berhenti. Ia sepertinya menyadari pertanyaan besar di benak anak-anak muda yang kebingungan dan mulai bosan itu.

“Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan dan Sumatera, dunia pasti kiamat. Nah, sekarang dunia yang butuh Indonesia kan? “Singapore is nothing, we can’t be rich without Indonesia,” ” katanya lagi.

Anak-anak muda yang hanya tahu bekerja keras itu mulai garuk-garuk kepala, padahal tidak gatal. Mereka menunggu lanjutannya.

“Lihatlah, 500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami? Apartemen-apartemen dan kondominium terbaru kami, yang membeli pun orang-orang Indonesia. Nggak peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat”.

Angka-angka itu “sih, ” mereka sudah tahu. Anak-anak muda itu masih menunggu hal yang lebih dahsyat lagi dari mulut Si Bapak.

“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya benar-benar panik. Sangat berasa, “we are nothing”. “
“Hmm…”dia sudah mulai buka hal-hal yang lebih dalam.

“Kalian tak tahu kan kalau Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk Singapura dan Malaysia. Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih di mana-mana. Lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat “glitter “kalau ada matahari bersinar. Petani di sana menjual Rp 3.000/kg ke sebuah pabrik di China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri”.

Mereka tersipu malu, saling menatap satu sama lain, dan terus menyimak.

“Kalian sadar tidak, kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak diembargo. Harusnya kalianlah yang meng-embargo diri kalian sendiri. Belilah dari petani-petani kalian sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik kalian sendiri. Tak perlu kalian impor kalau bisa produksi sendiri. “You don’t need the world”. “

Mereka merasa dicampakkan ke bumi, lalu digodam oleh palu besar. Anak-anak muda yang bersemangat itu malu setengah mati. Mengapa harus seorang tua dari Singapura yang menyadari rahasia penting ini? Mengapa bukan orang-orang berkuasa dan penting di negeri ini? Dalam luapan emosi yang mulai meninggi, mereka masih mendengar Si Bapak sayup-sayup terus berbicara.

“Jika kalian bisa mandiri, bisa meng-embargo diri sendiri, Indonesia “will rules the world”!”

Saya berterimakasih pada teman yang memposting cerita ini. Kisah yang menyakitkan sekaligus menggugah. Seandainya kita semua melihat dan berpikir seperti orang Singapura. Okelah, negeri ini tidak perlu” rules the world, ” karena itu bukan sifat dasar kita. Tapi paling tidak, kita bisa menjadi negara yang sedikit dihormati, punya martabat dan kekuatan sadar untuk menjadi besar. Bukan eksportir TKI murah paling tragis di dunia hanya karena tak mampu menyuapkan nasi yang cukup ke mulut rakyatnya. Bukan negeri bahari yang justru kesulitan protein untuk anak-anaknya sendiri.

Menarik bukan?

01
Apr
09

(New Toy) Colorsplashed!: Jelajah Kota Toea – Cap Go Meh in Chinatown

file0176-1

Yeah, perhaps it was Cap Go Meh, and we were all in red…

“Jelajah Kota Toea” brought us to an exciting tour…

From Museum…

file0186

file0182

Passed through little street…

file0180

file0179

But it came with so much exciting stuffs to be captured in frame..

file0187

And we finally arrived to the “Klenteng”…

file0183

Click!! Click!! and Click!!

file0181

- Svetlana comes in -

file0174

#31 Red

- Svetlana goes away -

file0177

But still gave some respects to those of them who prayed there…hehe…

file0178

After some walks, a little rest would be okay, right?

file0184

Before..

It had to END…

file0185

21
Jan
09

6th roll: random

Film : Kodak Ektacolor Pro 160 expired 2007

file01351

As I told ya before this roll is so randomly shot….

from these two infants…

file0136

#27 Dreamy Baby

file0137

#28 Perempuan Berkalung Sorban (?)

met the old friend

file0138

#29 Bon’s 1st shot

and the cow slaughtering on Idul Adha…

file0139-2

#30 “The End”

Got it?